Program Jaringan Irigasi Air Tanah Dikeluhkan Anggota Kelompok Tani Diduga Belum Berjalan Optimal

OGAN ILIR, gmjnews.co.id— Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir, mendapat keluhan dari sejumlah anggota kelompok tani.

Pengelola/Pelaksana Proyek ini merupakan program pusat dari BBWS Sumatera selatan VIII. Pada akhir September 2026, bahkan Kepala BBWS Sumatera VIII, Agus Safari, sempat meninjau langsung pemanfaatan sumur JIAT ini untuk mengairi sekitar 10 hektare lahan sawah di kawasan.

Namun Masyarakat menilai pemanfaatan program JIAT di lapangan belum berjalan secara maksimal, sehingga manfaat yang seharusnya dirasakan petani belum sepenuhnya terpenuhi.

Menurut informasi yang disampaikan anggota kelompok tani, selasa (6/10/2026) mengatakan bahwa keberadaan fasilitas JIAT diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian, terutama ketika petani menghadapi kondisi kekurangan air. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala yang membuat pemanfaatannya belum optimal.

Petani berharap pemerintah dan instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi fasilitas JIAT serta mengevaluasi pengelolaannya,karena disamping tidak maksimal juga mengalami kerusakan pada panel distribusi.

“Kami berharap program ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan petani. Kalau fasilitasnya ada tetapi tidak maksimal digunakan, tentu sangat disayangkan,dan kalau program JIAT direncanakan dapat mengairi 10 hektar  lahan,ternyata dilapangan hanya bisa menampung satu hektar” kata salah seorang anggota kelompok tani.

Para petani juga berharap dilakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap sarana JIAT apabila ditemukan kendala teknis, sehingga program tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana tujuan awalnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih diharapkan memberikan penjelasan mengenai kondisi dan pengelolaan program JIAT tersebut, termasuk langkah yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan manfaatnya bagi kelompok tani.

Masyarakat berharap program pemerintah di bidang pertanian tidak hanya berhenti pada pembangunan sarana, tetapi juga disertai pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan yang berkelanjutan agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

Posting Komentar

0 Komentar